Menurut
M.Ikhsan Modjo, Ketua Departemen Bidang Keuangan DPP Partai Demokrat mengatakan
alasan nya pemerintah menaikkan harga BBM “pertama, keberpihakan pada
rakyat kecil. Saat ini, 10% dari orang kaya menggunakan Rp.500 Milyar subsidi
BBM. Kedua, kenaikan BBM juga dipandang sejalan dengan upaya penghematan
dan penciptaan energi terbarukan. Ketiga, dana yang sebelumnya digunakan
untuk subsidi BBM dapat dialihkan untuk pembangunan infrastruktur. Keempat, pengurangan
subsidi turut menekan kasus penyelundupan BBM ke negeri tetangga dan kenaikan
minyak dunia meningkat drastis. Saat ini, harga BBM di Singapura mencapai
Rp.15.695,- perliter, sementara di Malaysia sekitar Rp.5.750,- perliter”. Kelima,
Pengurangan subdisi juga membantu pemerintah 2014. Pemerintah yang akan datang
tak terbebani subsidi BBM yang tinggi”.
Apapun alasan pemerintah menaikkan harga BBM karena APBN
2012 jebol, masyarakat hanya akan menilai bahwa ini merupakan ancaman terbesar
bagi masyarakat untuk kehidupan yang semakin sulit. Tak
terbayangkan dampak nya seperti apa, ketika BBM naik tentu harga kebutuhan
pokok pun akan naik, bahkan BBM belum naik pun harga cabai di pasaran sudah menjadi
naik. Pembayaran listrik pun pasti akan menyusul naik. Semua kebutuhan sandang
dan pangan akan menjadi naik. Tentu kita harus menyesuaikan pengeluaran kita.
Padahal gaji pun tidak naik, pengeluaran bertambah namun pemasukan tidak ada
tentu tidak seimbang dengan keadaan. Ini akan menjadi ancaman bagi masyarakat.
Di
berbagai penjuru kota orang berdemo untuk memperjuangkan nasib mereka. Nasib
yang sudah terhimpit karena ekonomi harus pula menambah terhimpit oleh
kebijakan pemerintah yang tidak mementingkan rakyat, jika kita lihat alasan ketiga
Ikhsan menaikkan harga BBM yaitu dana yang
digunakan untuk subsidi BBM dapat dialihkan untuk pembangunan
infrastruktur, alasan ini memang untuk mensejahterakan rakyat namun jika kita
telusuri dari banyak kasus korupsi sebelumnya, dana-dana tersebut tidak pyur
digunakan seluruhnya untuk kepentingan rakyat. Namun didalam
kebijakan-kebijakan tersebut adanya permainan pemerintah yaitu berbuat korupsi
ataupun penyelundupan uang rakyat seperti kasus korupsi yang sudah-sudah.
Pemerintah
hanya mementingkan kepentingan sendiri, mereka hanya asyik dengan apa yang
mereka sudah dapatkan. Padahal masih banyak rakyat yang menangis merasakan
kesakitan, kelaparan, kekurangan sandang dan pangan. Terlebih jika BBM naik,
bagaimana lagi nasib rakyat kecil seperti kami ? dengan kenaikan BBM justru
akan menjadi rakyat lebih menderita, coba saja kita lebih telusuri dampaknya
seperti apa. Berawal dar kenaikan harga BBM tentu harga kebutuhan pokok pun
akan naik, listrik pun akan naik, semuanya akan naik akan tetapi gaji tidak
naik. Ini sangat menghimpit rakyat kecil seperti kami, kemudian
perusahan-perusahan pun akan banyak gulung tikar karena tidak bisa membayar
gaji karyawan nya karena keterbatasan modal, nah timbulah pengangguran.
Banyaknya
penggangguran membuat orang stress dan depresi karena tidak dapat memenuhi
kebutuhan hidupnya seperti makan, minum dan sebagainya. Kemudian dengan
meningkatnya penggangguran terjadilah kemiskinan. Dengan tidak mempunyai
pekerjaan tentu sangat sulit mencari uang untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.
Terjadilah kelaparan karena tidak punya uang untuk membeli makan. Kelaparan
menimbulkan seseorang untuk berbuat kejahatan, kejahatan biasa nya terjadi karena
segala faktor seperti kemiskinan, kelaparan karena ingin makan tapi tidak
mempunyai uang dan sebagainya. Kejahatan pun akan berujung kematian. Banyak
kejadian kejahatan yang berujung kematian keran faktor si penjahat menggunakan
senjata tajam untuk memperoleh keinginan nya mencuri dan merampok, dan si
korban tidak mempunyai daya upaya untuk melawan nya. Jika melawan si penjahat
maka taruhan nya adalah sebuah nyawa.
Terlihat sudah dampak kenaikan BBM seperti apa, jadi
sekarang harus bagaimanakah pemerintah menentukan kebijakannya ? apakah BBM
harus tetap naik ? sekira nya masih ada solusi untuk tidak menaikan harga BBM
dan APBN 2012 tidak jebol walaupun minyak dunia menaik drastis. Diantaranya
pertama, dengan cara pengalihan bahan bakar minyak ke gas untuk mobil
angkutan umum, pribadi dan semua kendaraan masyarakat termasuk pejabat. Sekira
nya para pejabat pun harus memberi contoh yang baik kepada masyarakat nya,
dengan tidak sering menggunakan kendaraan pribadinya. Mencoba untuk terjun ke
jalan dengan naik angkutan umum atau berjalan kaki. Kedua, pembatasan
pembelian impor minyak. Misalnya setiap tahun ditetapkan impornya berapa juta
kiloliter kemudian dialokasikan masing-masing ke tiap daerah mendapatkan quota
berapa. Jadi jika quota daerah tersebut sudah habis belum waktu nya tidak bisa
membeli lagi. Ketiga, kenaikan tiap liter subsidi harus disesuaikan dengan
minyak dunia yang naik. Pemerintah boleh-boleh saja menaikan harga BBM namun
harus sesuai dan melihat keadaan masyarakat itu sendiri.
Dan
mungkin saat ini pertumbuhan pengguna roda dua semakin pesat, mungkin beberapa
kali lipat dari pertumbuhan roda empat. Jalanan semakin macet dan polusi
semakin pekat saja. Banyak orang yang merasa terganggu dengan kondisi ini.
Namun disini sangat sedikit orang yang mau merelakan motor dan mobilnya untuk
berparkir di garasi. Semua orang yang sudah mempunyai kendaraan jika ingin
berpergian pasti selalu ingin menggunakan nya, bahkan dengan jarak yang dekat
pun selalu menggunakan kendaraan mereka. Padahal kita masih bisa untuk berjalan
kaki, ada baik nya berjalan kaki bahkan solusi yang baik menurut saya kita
beralih naik sepeda. Dengan naik sepeda pun kita menjadi sehat dan
menyenangkan. Walaupun BBM naik itu tidak akan berpengaruh terhadap hidup kita,
karena kita notabena nya menggunakan sepeda dan berjalan kaki. Selain tidak
berpengaruh dengan kenaikan BBM bahkan dapat menolong alam yang sudah rusak
karena polusi dari kendaraan tersebut.
Untuk
itu apapun yang terjadi dengan kenaikan BBM ini, sebaiknya pemerintah memperhatikan
keadaan masyarakat sekitarnya dampak positif dan negatif nya seperti apa.
Karena ini menyangkut kepentingan bersama, kepentingan bangsa dan negara.
Mungkin pemerintah sendiri menaikkan BBM untuk kebaikan masyarakat sendiri,
namun pemerintah pun harus dapat dipercaya masyarakat. Dengan alasan pemerintah
menaikkan harga BBM untuk pembangunan infrastruktur jangan dijadikan sebagai
ajang mengeruk uang masyarakat dengan cara korupsi. Hal itu membuat masyarakat
menjadi tidak setuju dengan kebijakan pemerintah karena melihat kasus-kasus
korupsi sebelumnya. Pemerintah harus berfikir kembali dampak keadaan bangsa dan
negara ini. Apakah naik nya BBM menjadi solusi yang baik dan tepat ? atau malah
membuat rakyat teriksa ? pemerintah harus tegas dengan membuat keputusan yang
tepat “Apakah BBM ini harus naik atau tidak ? ”
*Dea Maltita Azizah*
Posting Komentar